Jakarta, Cakra Bhayangkara News-
Diiringi lantunan Sholawat Maulid Nabi ketika pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 1440 H pada hari Sabtu malam (24/11) dan bertempat di Masjid Jami’ Ar-Rahmah di hadiri warga masyarakat Kelurahan Rawajati dengan menghadirkan penceramah Ustadz H Salam selaku DKM Masjid, KH.Drs Mahfuds Abdul Ghoni dan Ustadz Muarif Abas SH.
Hadir dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, Jajaran RT di RW 04, Tokoh Agama, Karang Taruna RW 04 Rawajati, dan warga setempat.
KH.Drs Mahfuds Abdul Ghoni, dalam tausyiahnya mengatakan bahwa “kehadiran kita di Masjid Jami’ Ar-Rahmah ini merupakan kehendak dari Allah SWT dan merupakan hidayah bagi kita semua yang hadir di tempat ini. Selain itu juga, dengan kita berkumpul di Masjid ini, tentulah kita dapat bersama-sama memperingati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan mengambil contoh beliau dan menteladani akan akhlak beliau yang di dalam Al Qur’an disebut dengan uswatun hasanah”.
“Dengan semakin banyaknya kita membaca sholawat maka semakin dekatnya kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW, selain itu pula dengan mengamalkan sholawat di dalam kehidupan sehari-hari wajiblah kita sebagai umat Muslim agar dapat menjalankan perintah Allah SWT dan Menjauhi laranganNya”.
Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim wajiblah menjaga diri dan keluarga kita dari perbuatan yang dilarangNya, guna menghindarkan dari siksa kubur dan api neraka, yang mana bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Hal tersebut dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya surat At Tarim ayat 6 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.
Selain itu pula, “orang tua sebagai pembimbing bagi anak-anak kita haruslah menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT dan pula kepada Rasul-rasulNya. Beliau menerangkan bahwa rasa cinta kepada Allah SWT (mahabbatullah) adalah rasa cinta paling tinggi yang dapat diwujudkan seorang hamba kepada Tuhannya. Mencintai Allah menjadi bentuk syukur yang paling indah dari seorang makhluk kepada penciptanya. Anak-anak pun sedari dini dapat diajarkan untuk mengenal Allah SWT. Setelah mengenal dirinya dan mengenal Allah SWT dengan baik serta terbiasa beribadah semata karena Allah SWT, kemudian mengajarkan pula akan kecintaan anak-anak kepada Rasul-rasulNya dengan menerangkan dan menjelaskan akan sejarah dari kehidupan para Nabi dan RasulNya yang mana dapat menanamkan suri tauladan di kehidupan mereka”.(T).
Post a Comment