Jakarta,Cakrabhayangkara News -Penumpang kereta Comuter line dikagetkan dengan adanya salah satu penumpang yang tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri saat kereta berada diantara Buaran dan klender, yang langsung di tangani petugas kereta yang langsung membawa korban ke RS Islam, Klender Baru, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, 02/10.
Berdasarkan Identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama NURYANTO, lahir pada tanggal 18 Agustus 1968, beragama Islam, pekerjaan Karyawan swasta, dan alamat srsuai Identitas di Griya serpong Asri Aster III, no. 16, Rt. 06/008, Kel. Suradita, Kec Cisauk, Tanggerang.
Penemuan mayat tersebut berawal dari kronologis kejadian yang dituturkan para saksi antara lain ARIF HIDAYATTULOH, Identitas berdasarkan Identitas lahir di Jakarta, pda tanggal, 14 Agustus 1997, beragama Islam, pekerjaan, Sekuriti comuter line , alamat Kp. Pulo Bambu Tua , Rt. 08/04, Kel. Karang sentisa, Karang bahagia, Bekasi.
Saksi lainnya, SELAMET PAMBUDI,lahir di Bandung 23 Mei 1969, Agama Islam, Karyawan Swasta, alamat Griya Bkok. A. 1 no. 32, Rt. 01/08, Kel. Cibalong Sari, Ke. Klari, Krawang.
Awal mulanya menurut keterangan keluarga korban bahwa pagi itu sekitar jam 06.00 wib, korban seperti biasanya berangkat kerja ke PT. WASA MITRA ENGENERING di Cakung, berangkat naik kereta Comuter line dari stasiun Cisauk ke Tanah abang dan dari Tanah Abang menuju Manggarai dan dari manggarai naik kearah Bekasi dan sebelum sampai di stasiun Klender Baru tempat tujuan korban turun, yaitu antara klender buaran, diketahui korban jatuh pingsan dan ditolong oleh petugas Walka (Pengawal kereta) an. ARIF HIDAYATTULOH (saksi 1) hingga kereta tiba diStasiun klender baru korban diturunkan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi sesampainya di Rumah Sakit korban langsung diperiksa oleh Dokter Jaga.
Namun pada pukul 07.46 Wib dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban oleh Identivikasi tidak ditemukan luka atau tanda tanda kekerasaan di tubuh korban dan menurut keterangan dari Keluarga korban (istri korban), teman kerja dan pimpinan tempat kerja korban, diketahui bahwa sebelumnya korban mempunyai riwayat sakit jantung akut dan struk.
Menurut keterangan dari pihak kantor tempat korban bekerja,ternyata korban sudah diberikan hak dispensasi untuk istrahat, namun dispensasi ini tidak di terima korban sehingga terjadilah kejadian ini.
Mengingat korban meninggal karena sebelumnya ada riwayat sakit Jantung, maka pihak keluarga menerima dengan ikhlas kejadian ini sebagai musibah, dan pihak keluarga tidak bersedia korban untuk di Otopsi bahkan keluarga korban membuat pernyata tidak bersedia di otopsi yang di tanda tangan diatas materai.(Romi/Tile)
Post a Comment