Jakarta, Cakrabhayangkara News- Sosok Aktivis Wanita Senior yang memiliki Multi Talenta, Kuat dan Tangguh serta Mencintai Bangsanya, Yussy Fauziah, naa yang sudah tidak asing lagi bagi para aktivis yang berjuang buat Negeri ini.
Dalam pertemuan di Salah satu daerah di Kelurahan Pisangan Timur kecamatan Pulogadung Jakarta Timur, Tim Media Cakra Bhayangkara mewancarai Yussy Fauziah di sela-sela waktunya, di saat Yussy sedang memberikan pelatihan membuat kue dari bahan singkong yang sudah di olah menjadi tepung singkong (Glepung), di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Pulogadung, Kamis, 20/09/2018
"Pemberdayaan Ekonomi yang berbasis ibu rumah tangga ini saya ajarkan kepada mereka bagaimana membuat dan menyajikan makanan yang lebih sehat, aman dan ekonomis, hal ini sangat di butuhkan dalam kondisi perekonomian yang semakin sulit seperti saat ini" ungkap Yussy.
Di tambahkannya lagi "Keluarga itu Miniatur Negara jadi jika Keluarganya kuat maka secara otomatis Negaranya pun akan menjadi kuat, inilah yang menjadi alasan saya untuk terjun langsung ke masyarakat bawah khususnya kepada kaum wanita para ibu, setidaknya mereka bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing, dengan kemandiriannya membuat kue atau makanan sehat tadi.
Yussy pun menjelaskan kenapa dia memakai tepung singkong (Glepung) sebagai bahan dasarnya, "Glepung ini sudah kita olah secara teknologi dan tidak ada kadar gulanya, ini sangat bagus di konsumsi bagi para penderita Diabet, Otis, Alergi Gluten ataupun bagi mereka yang ingin Diet.
Glepung ini lebih Aman baik untuk kesehatan dan lebih Murah harganya sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat bawah di banding tepung lain yang sering kita jumpai di pasaran dan Glepung ini juga sudah ada surat Verivfikasinya" jelas Yussy.
Indonesia menjadi importir Gandum terbesar di Dunia, ini juga yang menjadi keprihatinan saya karena sesungguhnya Bangsa ini punya potensi yang sangat besar dan luar biasa baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun sumber Daya Manusia (SDM) nya jika kita mau mengelola dengan baik dan benar potensi yang ada sesuai peruntukaFCnnya" ungkap Yussy penuh harap.
Bagaimana cara pandang Yussy dari sisi Politik,Ekonomi,Sosial dan Budaya serta sepak terjang Aktifis Wanita tangguh dengan Multi talenta mari kita simak riwayat perjalanan aktifitas hidupnya baik keidupan pribadinya keluarga serta masyarakat banyak yang waktu itu sempat di muat di tabloid Realita
(04/05/2010)
Sepintas nama Yussy Fauziah mungkin banyak orang yang masih asing karena belum mengenalnya,Tapi di kalangan para Aktivis 98, nama "Yussy Fauziah" bukanlah sosok yang asing bagi mereka.
Wanita yang sudah lama dikenal menggeluti dunia aktifis in, memulainya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), berbagai Aktivitas dan kegiatan sosial yang bergerak di bidang pendidikan, seni dan budaya sudah di gelutinya sampai pada gerakan aktivis Politik yang selalu mengkritisi Lembaga dan Pemerintah Daerah setempat di setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada Masyarakat bawah.
Dibalik keuletan dan kegigihannya dalam memperjuangkan Masyarakat bawah,Wanita ini juga dikenal sebagai sosok tangguh yang mampu bertahan dari berbagai kecaman dan teror yang menghampirinya.
Sejak tahun 1996 Yussy Tinggal bersama suami dan Anak-anaknya di Kendari
Namun pada tahun 2000 Yussy kembali ke Surabaya beberapa saat setelah Suami tercinta pergi meninggalkannya kembali Kepada SANG PENCIPTA.
Empat belas (14) Tahun beraktifitas di Kendari sudah banyak kepercayaan yang di berikan kepada Yussy, diantaranya di berikannya kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) pernah juga di percaya sebagai Sekretaris PKK Kabupaten Kendari Sulawesi Tenggara dengan membuat Yayasan atau pun Sanggar bersama para Mahasiswa disana dan diberi nama 2KK (Karya Kinati), masih banyak lagi kepercayaan lain yang diberikan kepada Yussy seperti terlampir di CV Yussi Fauziah di atas.
Di Surabaya,Yussi memulai kembali menata diri dan Keluarganya dia harus bisa memenuhi segala kebutuhan keluarganya sebagai single parent "Alhamdulillah,penghasilan dari profesi saya sebagai Lowyer ketika itu Cukuplah untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga bahkan lebih, sehingga saya bisa tetap terus beraktifitas dan bisa dibilang ini merupakan salah satu hobi saya jika bisa membantu orang lain apalagi bisa bermanfaat untuk orang banyak dan ini tidak mungkin terpisahkan dari kehidupan saya atas izin NYA"ucap Yussy penuh semangat.
MENAKLUKAN ANAK JALANAN DENGAN SENYUM CINTA DAN KASIH SAYANG
Bagi Yussy salah satu alasan ketertarikannya terjun langsung dan mengenali Dunia Anak adalah ketika dalam perjalanan pulang dari Kendari ke Surabaya.
Di perjalanan Dia melihat begitu keras dan brutalnya sikap dan kehidupan Anak jalanan, hal inilah yang membuat Yussi khawatir akan masa depan Anak-anak Indonesia yang Notabenenye merekalah Cikal bakal generasi penerus Bangsa ini, baginya tidak sepantasnyalah Anak-anak yang masih di bawah umur berkeliaran di jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Mulailah di tahun 2001Yussy fokus menjadi aktvfis anak bersama Teman-teman aktivis lainnya seperti Kak Seto, Aries Merdeka Sirait, Peggy Melati Sukma dan aktivis LSM anak lainnya di KomNas PAI (perlindungan Anak Indonesia).
Secara Jujur Yussi mengakui bagaimana perasaanya ketika pertamakali bergabung sebagai aktifis anak,ada satu kebanggaan dan kepuasan tersendiri yang di rasakannya ketika dia bisa membela Hak-hak anak yang mendapat kekerasan dari kalangan keluarganya ataupun kalangan di lingkungan sekitarnya,
Hikmah yang paling utama yang di dapatkannya adalah ketika bisa menjadikan pribadi sebagai filter untuk menjaga sikap "karena pastinya Anak-anak akan menjadikan kita sebagai orang yang diteladaninya.
Bagaimana mungkin menjadi tauladan Anak-anak kalau dari diri kita pribadi sikap hidupnya berantakan dan nantinya lambat laun hal itu akan tercermin pada Anak-anak yang kita bina, karena Anak-anak sendiri mempunyai kepekaan dan sensitivitas pada Orang-orang yang menjadi suri tauladannya, "urai Yussy".
Selain itu ada juga nilai lebih yang tidak bisa di tukarkan dalam bentuk apapun"tambahnya.
Nama Yussy Fauziah semakin luas dikenal masyarakat ketika pasangan Selebritis Tamara Bleszinsky dengan Teuku Rafli berseteru mengenai hak asuh Rasya anaknya
Kepedulian kepada Anak-anak lah yang membuat Yussy tergerak Untuk mendampinginya sebagai kuasa hukumnya, peristiwa inilah yang sempat melambungkan nama Yussy Fauziah karena saat itu marak sekali pemberitaannya baik di Media Cetak ataupun Media Elektronik
MEMANFAATKAN RUMAH PRIBADINYA UNTUK ANAK JALANAN DI SURABAYA
Meski sudah memiliki latar belakang sebagai Aktivis gerakan, Ketua Teater dan Sanggar Seni Budaya,namun bagi Yussy menjalani profesi sebagai aktivis anak adalah suatu hal yang sifatnya baru dimana Yussy dituntut harus memiliki kesabaran yang luar biasa untuk memahami dan mengayomi Anak-anak karena pada dasarnya setiap anak mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda.
Tapi dengan bermodalkan kemauan dan kemampuan serta niat yang sangat besar akhirnya Yussy mampu menyesuaikan dan memproses dirinya bersama Anak-anak jalanan yang di tampung di rumah pribadinya di jalan Ngagel Tirto Surabaya diumah pribadinya ini Yussy menampung Anak-anak jalanan dengan latar belakang yang berbeda-beda ada yang pecandu narkoba, pengamen, pedagang,pemusik punk dan underground jalanan yang berkeliaran bebas di Surabaya,Jawa Timur.
Dan tak heran jika rumahnya keliatan seperti tak terawat karena begitu banyaknya Anak-anak jalanan yang di tampung di rumah pribadinya,karena mereka bebas dan di biarkan sesuka mereka selama berada di lingkungan rumah pribadinya.
Karena baginya "untuk memunculkan kesadaran diri mereka dia tidak mungkin memperlakukan Anak-anak dengan sikap yang keras"tegasnya.
Yussy sadar "modal utama untuk mendidik Anak-anak Jalanan itu adalah dengan senyum, kesabaran serta belaian kasih sayang yang tulus dari hati nurani, buat saya senyum dan kasih sayang yang tulus itu sudah lebih dari segalanya untuk mengatasi kelakuan dan sikap Anak-anak yang brutal"
"Karena yang dibutuhkan mereka tidak lebih dari pada itu,baru setelah mereka sadar mulai kita berikan pengertian dan pemahaman akan dampak dan bahayanya menggunakan narkoba, keselamatan diri di jalan dsbnya.
Setelah itu kita hantam juga sisi batinnya, semua ini dilakukan untuk mengugah kesadaran diri mereka yang hampir musnah" papar Yussy
"Memang tidaklah mudah untuk melakukan semua ini butuh keuletan dan kesabaran yang luar biasa" tambahnya.
Dengan sikapnya itu, serta pengorbanan tenaga dan materi wajar saja jika Yussy mendapat gelar panggilan Mamah yang juga panggilan akrab dari Anak-anak jalanan yang berada di bawah asuhnya
Tidak itu saja Yussy juga salah satu orang yang sangat di hormati dan di segani oleh Anak-anak jalanan, Pelajar dan Mahasiswa di Surabaya.
Ini semua adalah buah dari dedikasi perjuangan dan pengorbanannya demi memberikan hidup dan kehidupan Anak-anak jalanan di Surabaya, Jawa Timur
MENJADI VEGETARIAN UNTUK MEREDAM EMOSI
Sebagai mantan Aktivis pengorbanan dan dedikasinya kepada Dunia anak tidak cuma memanfaatkan rumah pribadinya untuk di jadikan tempat berlindung bagi Anak jalanan atas saran seorang temannya Yussy juga rela melakukan diet ketat dan menjadi vegitarian selama 3 tahun untuk meredam menetralisir dan mengontrol emosinya.
Dia harus mengontrol emosinya.
Karena berhadapan dengan Anak jalanan di perlukan energi yang tinggi dan kesabaran yang sangat luar biasa
Sehingga Anak-anak menjadi lebih dekat dan terbuka pada dirinya "buat saya mendidik anak tidak diperlu kekerasan tapi juga harus ditangani dengan kelembutan" tegas Yussy yang sering kali menyampaikan hal tersebut disetiap orasi ataupun penjelasannya ketika di undang sebagai pembicara di departemen sosial atau dinas sosial lainnya di berbagai Kota.
Bukan hanya itu saja di dalam urusan rumah tangganya Yussy termasuk orang yang sangat demokrasi bagi Anak-anaknya, dia memberikan kebebasan pilihan kepada anaknya sesuai dengan yang diinginkannya termasuk masalah pendidikan, jodoh atau keyakinan (agama:red) terang Yussy yang akan berencana akan menulis sebuah buku mengenai anak ini.
Dalam mendidik Anak-anaknya Yussy mengajarkan dan memberikan pemahaman bagaimana hidup mandiri dan berdikari
KECINTAAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP MASA DEPAN GENERASI BANGSA
Pada Tahun 2006 atas permintaan Kusumo Ketua Komnas PAI, Yussy di minta untuk hijrah ke Jakarta sekaligus di minta untuk menggantikan posisinya sebagai Ketua Komnas PAI, karena beliau sudah masuk bagian kepengurusan sebuah Lembaga Negara yang di kenal dengan nama KPAI.
Seiring jalannya waktu Wujud kepeduliannya kepada generasi penerus bangsa setelah menjadi Ketua Komnas PAI,Yussy mempunyai ide pemikiran dan gagasan yang sama dengan beberapa Akivis anak di Komnas PAI untuk membentuk atau membuat LSM sendiri, maka pada bulan November 2006 terbentuklah sebuah wadah perkumpulan yang di beri nama LSM Peduli Anak Negeri (PAN) dimana Yussy Fauziah juga di percayakan sebagai Ketua Umum LSM Peduli Anak Negeri terhitung sejak berdirinya LSM PAN November 2006 hingga sampai saat ini 2018.
"5 tahun belakangan ini saya konsern ke berbagai daerah memberikan penyuluhan dan pendidikan kepada para petani dan nelayan tentang Teknologi kearifan lokal yang bisa meningkatkan hasil produksi tani dan nelayan sehingga perekonomian keluarga petani dan nelayan pun bisa meningkat" ujar Yussy.
"Dan saat ini saya memberikan pelatihan Kepada ibu-ibu disini sekaligus memperkenalkan produk petani singkong yang dari mulai penanaman sampai proses produksinya hingga menjadi tepung singkong yang kita beri nama Glepung itu dikerjakan oleh petani sendiri di lahannya sendiri, kami hanya membantu menyiapkan mesin teknologinya saja" ungkapnya.
"jadi antara masyarakat Desa dan Masyarakat Kota akan terjalin kerjasama Yang baik dan saling menguntungkan" Ucapnya "inilah yang saya rajut bahwa kita sebagai mahluk sosial butuh orang lain tidak bisa hidup sendiri maka perlu kerjasama baik Secara individu atau kelompok masyarakat bahkan dibutuhkan kerjasama Negara dengan rakyatnya agar Bangsa ini menjadi kuat Mandiri dan tidak kebergantungan terhadap Bangsa lain" ujarnya menutup wawancara ini sambil mempersilakan kami menikmati hidangan yang sudah siap santap buatan ibu-bu Pisangan Timur yang baru saja di beri pelatihan membuat kue dari Yussy Fauziah,dalam Indahnya kebersamaan.(redakasi)
Post a Comment