Kalsel, Kota Baru, Cakrabhayangkara News - Persatuan Wiradatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kotabaru provinsi Kalimantan Selatan telah berdiri Lebih 15 tahun di- Kotabaru Kalimantan Selatan.
Ketua Pengurus Cabang PWRI, H.M. Harmin, S Menjabat 3 Priode , 9 April berhasil ditemui awak Media ini, PWRI Sudah lebih 15 tahun berdiri di Kabupaten Kotabaru, Struktur Kepengurusan, Ketua H.M. Harmain.S, Sekretaris H.Gusti Ramlan, Wakil Sekretaris H.Ishak Riayadi , Bendahara M.Arif Ruslan, Staf Umum Hj.Rangga Wati.
PWRI menpunyai beberapa Bidang, Bidang Kesehatan, Bidang Umum, Bidang GWO/ Lansia, Bidang Administerasi, dan Bidang ke Uangan.
(1).Bidang Kesehatan dan Posyandu Ketua, H.Gusti Ramlan. Dibantu dengan 5 org Staf, Hj,Nor Hasanah, Hj.Rangga Wat, H.Agutan dan H. Umi Salman.
(2)..Bidang Pengajian, Ketua H.Harmin,S., Wakil Ketua H.Suriyadi BA., HJ.Rangga Wati, HJ.Nor Hasanah.
(3). Bidang Administerasi Umum ditangani Olrh Bidang Sekrtariat.
(4). Bidang Keuangan ditangani oleh Bendahara.
Kegiatan yang telah diperogramkan secara rutin, Setiap tgl. 10 dilaksanakan di gedung Juang 45/ Gedung LVRI Kotabaru, terkecuuali tanggal 10 itu Hari jum’at
Kegiatannya bisa dimajukan atau mundur ke- hari berikutnya atau mundur ke-hari sebelumnya, tapi apabila tgl.10 itu hari minggau tetap dilaksanakan ( tdk ada perubahan ). Kegiatan ini 10 tahun sudah.
Kegiatan pengajian yang dibimbing oleh Guru H.Ahmad Jailan Darmawan ( Guru Adui ). Materi Pengajian adalah tetang Sifat 20 ( sifat dua puluh ) dan pengajian kedua adalah pengajian Umum. Peserta atau jama’ah Pengajian yang dilaksanakan oleh Penggurus PWRI. Terdiri dari PWRI, Pebabri, Pensiunan BUMN dan BUMD, Jumlah yang aktif 175 org. ( aktif yang membayar uang Yuran Anggota).
Menurut catatan dari Pemerintah Daerah Kotabaru ( dari ke-Pegawaian/BKD ) jumlah pensiunan 700 orang, “ Jelas Ketua PWRI.
Ketua PWRI Kotabaru selalu berusaha menghimbau kepada Pensiunan PNS/Mantan Camat, Purnarirawan ABRI dan Polri, baik melalui surat lewat Pos atau melalui Pemda bidang Kepegawaian ( BKW ).
Namun usaha tersebut balum juga berhasil, alasannya tidak dihiraukan oleh Para Purna tugas tersebut, alasan yang didapat oleh Ketua PWRI ( H.Harmin,S. ) karena kebanyakan yang Pensiunan ini merasa Mender untuk bergabung dalam Ormas PWRI ini, karena mereka kebanyakan pernah menjabat, seperti menjabat Kepala Dinas, Kabag, Kasi dll. Yang pernah mereka jabat sebelum Pensiun.
Mereka menganggap PWRI ini kurang tepat wadah mereka untuk bergabung, “ Ungkap H.Harmin.S.
Kegiatan Pusyandu yang Resmi dari Dinas Kesehatan yg dikelola oleh PWRI, sebelum acara dimulai, para angota diperiksa kesehatannya/ Tensi, Timbangan setiap angggota, pelaksana Pusyandu ditunjuk oleh Kepala Dinas kesehatan pelaksananya Puskesmas Sebatung Kecamatan Selatan kabupaten Kotabaru. Kebanyakan panyakit yang di temukan didalam anggota PWRI ini, adalah batuk2, Kolesterul, Asam Urat, TBC, Plu/ slesma, Lutut sdakit, Hipertensi, dll.
" Semuanya yang melakukan Cek kesehatan, diberikan obat cuma2(geratis). “Jelas Ketua PWRI.
Selain Pemerikasaan Kesehatan PWRI setiap harri Minggu dilaksanakan Juga Senam kesehatan Lansia,tempatnya di halaman Gedung Juang 45/ Gedung Veteran RI kabupaten Kotabaru.
Semua anggota Pengurus PWRI. menyetor uang Yuran detiap bulan, ArisanRp.25.000. Uang arisan Rp.5000 diambil olh Pengurus PWRI, diguhakan utk.Konsumsi Rp.4000. dan Rp.1000. untuk Dana Sosial, untuk Santunan Kematian, dan dana Sosial adalah ke-pentingan PWRI, Karena PWRI tidak ada Sumber dana, jadi uang sosial itulah juga digunakan utk, PWRI.
Uang Yuran bulanan setiap anggota PWRI diwajibkan membayar/menyetor kepada Pengurus PWRI Kotabru sebesar Rp.3000, digunakan Rp.1000 untuk kematian anggota, Uang Kesejahtraan Rp.2000, uang Kesejahtraan ini disetor kepada PWRI Provinsi dan PWRI Pusat disetor sekian % .
Uang ini disetor oleh Pengurus PWRI Koatabaru setiap menjelang HUT PWRI setiap Tahun.
Jadi anggota PWRI setiap bulan menyetorkan uang kepada Pengurus PWRI Kabupaten Kotabaru sebanyak Rp.28.000. Pengurus PWRI Kotabaru menyetor uang Kesejahtraan kepada PWRI, Provinsi dan Pusat sekian (%), PWRI Kotabaru setor rata rata setiap tahun Rp.350.000 sampai Rp.360.000.
Jadi Setiap PWRI Kabupaten seluruh Indonesia menyetor Ke- PWRI Provinsi masing2 dan PWRI Pusat setiap menjeleng HUT PWRI Kegiataan PWRI ini sudah berjaalan lebih 10 tahun.
Untuk melaksanakan Kegiatan PWRI , Ketua ( H.M.Harmin.S. ) talah mngajukan Permohonan berupa Proposal Kepada Pemerintah Daerah Kotabaru, untuk kepentingan Administerasi dan Honorir pengurus, Honor telah diajukan untuk Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan 5 orang Staf setiap bulannya Rp.5.750.000. tapi pencairan tidak ful 100 %, kadang 6 bulan bahkan hampir 1 tahun baru dicairkan. untuk bulan September 2017 – Sampai April 2018 belum ada pencairan, “ Ucap ketua PWRI.
Permohonan PWRI melalui APBD, tapi kenyataan Pencairannya tidak fuul 100 %. Untuk dana ATK. Saja dalam 1 tahun di dalam permohonan Pengurus PWRI Kotabaru Rp 1.500.000. 1 tahun, ternyata permohonan ini tidak ada pencairannya. Untuk lancarnya Kegiatan administrasi, uang peribadi Ketua PWRI.lah yang dikeluarkaan agar kegiatan Administrasi berjalan lancar.
Kami Heran peroses pencairan dana yang dberikan kepada PWRI, apakah Dana yang kami terima itu dari APBD atau hanya Insentif Pemda Saja. Kalau dana itu APBD menurut kami jumlah dalam 1 tahun sudah ditetapkan oleh Pemda Kotabaru, tapi ternyata tidak begitu. “ Keluh H.Harmin.S. ( Syafruddin )
Post a Comment