Batubara, Cakrabhayangkara News-- Pekerjaan Penimbunan jalan Acces Road Inalum di Desa Lalang, Dusun Tasak Lama dan Dusun Tasak Baru, Kecamatan Medang, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, diduga Sarat Kecurangan dalam pekerjaan tersebut.
Dugaan Kecurangan tersebut di temukan Wartawan Investigasi Cakra Bhayangkara News saat melakukan Pengawasan langsung ke lapangan dimana pekerjaan tersebut di lakukan, di desa Tasak Lama dan Tasak Baru, Kecamatan Medang, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu, 04/08/2019.
Mengacu kepada bukti-bukti dilapangan, seperti adanya Informasi di papan Proyek dimana disitu tertulis bahwa Pekerjaan Penimbunan tersebut mempunyai spesifikasi Panjang 300 M, Lebar 0,3 M, Tinggi 0,15, namun secara kenyataan fisik dilapangan, spesifikasi yang tertera di papan proyek tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Berdasarkan Informasi dan keterangan dari masyarakat setempat yang merasa khawatir akan pekerjaan tersebut karena di dapati dalam Penimbunan tersebut dicampurnya tanah yang tidak terpakai dengan batu mangga, yang menurut salah satu warga bahwa dikhawatirkan pada saat musim hujan jalan tersebut Licin.
" Kami sangat menyayangkan penggunaan tanah dan batu mangga yang di campuran untuk Penimbunan jalan tersebut, karena kalau musim hujan pasti jalan menjadi licin," Ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
bukan itu saja ada nya keterangan masyarakat setempat tanah yang tidak di guna kan bercampur dengan batu mangga yang di hawatir kan saat musim hujan jalan pasti licin cara pengerjaan timbunan pun terputus putus ujar masyarakat.
Setelah mendapatkan Informasi dan bukti Fisik di lapangan, Wartawan CBN Rudi Nasution beserta tim melakukan Konfirmasi langsung kekantor desa Lalang, dan ditemui langsung oleh PJS Kepala desa Lalang.
Namun saat di konfirmasi, sang PJS tidak mau memberikan keterangan pasti, tapi mengarahkan tim ke Ketua Tim Pelaksana kerja (TPK).
" Ooo... kalau tentang pekerjaan jalan terbit itu, di luar tanggung jawab saya, jadi bapak langsung saja ke ketua TPK, soalnya pekerjaan tersebut sudah saya serah kan ke ketua TPK," ujar sang PJS.
Tim CBN kemudian meneruskan mengalih Informasi dengan menemui Ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK) desa Lalang, Namun jawaban atau Informasi yang didapat tim tidak berbeda jauh dengan apa yang di sampaikan PJS desa Lalang, dimana Ketua TPK juga terkesan menghindar untuk menjelaskan yang sebenarnya pada saat ditanyakan tentang spesifikasi pekerjaan Penimbunan jalan yang tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan.
Ketua TPK desa Lalang dengan santai ya menjawab bahwa semua sudah dilakukan dengan benar, namun kenyataan berkata lain.
"kita sudah melakukan pengukuran tinggi timbunan jalan sebelum di lakukan penggilasan atau penadatan," ujar TPK desa lalang.
Dari keterangan yang tim terima, dapat disimpulkan bahwa dari semua keterangan pihak desa terkesan masih menyembunyikan sesuatu.
Untuk itu dari pernyataan masyarakat Desa Lalang, Dusun Tasak Lama dan Dusun Tasak Baru kepada Wartawan CBN untuk mengangkat temuan ini ke permukaan lewat pemberitaan, Masyarakat berharap agar pemerintah Kabupaten Batubara segera melakukan pengecekan atau memanggil pihak-pihak yang terkait dengan proyek ini agar di minta keterangan, agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang akurat sehingga tidak lagi terjadi diskriminasi atau pembodohan terhadap masyarakat kecil di daerah terpencil. (Rudi Nasution/Tim)
Post a Comment