Kalsel, Cakrabhayangkara News-- Olah Raga Tradisional adalah Olah Raga warisan nenek moyang kita yang saat ini sudah tampak terlihat oleh mata dapat dirasakan kita bersama dan masyarakat, olah raga ini mulai terpinggirkan.
Hal ini disampaikan Kabid Dispora Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Gafar kepada Wartawan Cakra Bhayangkara News Syarifudin, saat melakukan wawancara di ruang kerjanya, Lantai 3, Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis, 25/07-2019,beberapa waktu yang lalu.
Olah Raga Tradisional pelan-pelan mulai sirna, dan bahkan terancam punah, bahkan akan menghilang di bumi Saijaan ini apabila kita lengah dan hanyut terbawa oleh Kemajuan Jaman, " Ucap Kabid Olah Raga Dispora Kotabaru.
Semuanya itu bisa terjadi karena perkembangan jaman di Era Globalisasi dan kemajuan teknologi.
Di Era ini Seharus tentangan bagi kita untuk membuat lebih maju olah raga tradisional ini, bukan membuat masyarakat memiliki Budaya yang ego Sektoral, " ujar Abdul Gafar.
Lanjut Abdul Gafar, Upaya Penanggulangannya adalah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga di tahun 2019 ini telah meprogramkan untuk di hidupkan dan tumbuh berkembang kembali olah raga tradisional di Bumi Saijaan kotabaru.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kotabaru Kalimantan Selatan, Ir.Khairuddin, menyatakan bahwa langkah awal Penggalian dan Pelestrian Budaya Daerah dan memasyarakatkan Olah Raga Tradisional, adalah dilaksanakannya Festival Olah Raga Tradisional ini bersama sama Pemerintah Daerah dan Dinas terkait ( Dinas Prawisata) Kotabaru, " jelas Kabid Olah Raga.
Festival Olah Raga Tradisional selain dapat terbangunnya Silaturrahmi dan interaksi Sosial juga untuk menumbuh kembangkan Budaya Olah Raga Tradisional sebagai gaya hidup masyarakat dan terciptanya Komunikasi yang lebih dinamis, ungkapnya.
Selain itu juga dapat terbangun antara seluruh lapisan masyarakat Khususnya, Genderasi Muda, Genderasi Penerus Bangsa, sehingga dapat menumbuh kembangkan kecintaan ber olah raga, " ucap Gafur.
Kabid Olah Raga, Abdul Gafur, menjelaskan lagi Cabang Olah Raga yang dipertandingkan adalah,
(1). Tarik Tambang
(2). Hadang /Asinan
(3). Balogo
(4). Enggrang
(5).Bagasing
(6).Bakiak.
Peserta ke 6 Cabang Olah Raga Tradisional berjumlah 248 tim, terdiri dari utusan berbagai Instansi, Pelajar dan Masyarkat umum, kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dengan titik kegiatan Pertandingan di Area Taman wisata Siring Laut Kotabaru.
Sekda Kotabaru, H.Said Akhmad MM. sangat mendukung sekali diadakannya Even Festival Olah Raga Tradisional, disampaikannya pada Pembukaan Pestival Olah Raga Tradisional di depan Op Rom Pemda Kotabaru. Karena Kegiatan Olah Raga ini sebagai Wujud Kepedulian kita bersama dalam penggalian Pelestarian Budaya daerah untuk memesyakatkan Olah Raga tersebut, " Terang Gafar.
Mengakhiri Perbincangan, Kabid Olah Raga Dispora Kotabaru Kalimantan Selatan, Abdul Gafar mengingatkan bahwa, Bupati Kotabaru, H.Sayed Jafar SH. juga pernah mengatakan hal yang sama bahwa Olah Raga Tradisional adalah Olah Raga Turun Temurun sejak Nenek Moyang kita dulu, maka olah raga ini perlu dilestarikan.
Jaman dulu Bupati Kotabaru H.Sayed Jafar SH, juga pernah mengalami permainan tradisional semacam itu, menurut cerita pa bupati bahwa permainan tradisional tampak terlihat kebersamaan, kegotong royongan dan menjalin kerjasama bukan mencari menang atau kalah, " Papar Gafar. ( Syafruddin ).
Post a Comment