Headlines News :
Home » » PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA (HAS) 2018,MENKES NILA MOELOEK PERHATIKAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)

PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA (HAS) 2018,MENKES NILA MOELOEK PERHATIKAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP)

Tuesday, December 18, 2018

Jakarta, cakrabhayangkara News - Puncakperingatan Hari AIDS sedunia 2018 di selenggarakan di Lapas Narkotika Kelas IIA  Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur,pemilihan tempat penyelenggaraan Hari Aids Sedunia 2018 di jelaskan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) dalam sambutannya menyatakan "Bahwa WBP dan tahanan adalah kelompok non populasi kunci yang rentan penularan HIV, sehingga perlu di ketahui status HIV nya, selain itu jumlah WBP dan tahanan Narkotika di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun,jadi mereka perlu mendapat perhatian dan pendekatan khusus guna meningkatkan derajat kesehatannya" Ujar Menkes.

HAS 2018 ini mengambil tema "Saya Berani, Saya Sehat" tema ini dipilih sebagai bagian dari "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat" (Germas)  dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dengan pendekatan deteksi dini (Early Detection)  dan pengobatan segera (Prompt Treatment).

Pada kesempatan tersebut Menkes RI Nila Farid Moeloek memberikan penghargaan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna H Laoly SH,Msc,Ph.D atas upaya Direktotat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham yang secara konsisten sejak 2003 melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bagi tahanan ataupun WBP Baik di Rumah Tahanan (Rutan) juga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia.

"HIV itu ada obatnya, berkat kemajuan ilmu dan teknologi prosedur pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS semakin mudah, Antiretroviral (ARV)  mampu menekan jumlah virus HIV dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga dan ARV harus di minum teratur dan tepat waktu, dan obat ARV ini di jamin ketersediaannya oleh pemerintah dan gratis pemanfaatannya"Ucap Menkes RI

"Melalui pesan ini di harapkan masyarakat dapat menormalisasi cara pandang terhadap penyakit HIV/AIDS agar tidak lagi di pandang sebagai penyakit yang menakutkan dan jangan sampai ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) " tandas Menkes RI mengakhiri sambutannya.  (Gery)

Share this post :

Post a Comment