Jakarta Cakra Bhayangkara News-
Sehubungan dengan kejadian Pembakaran Bendera HTI yang bertuliskan Kalimat Tauhid oleh Banser Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat merupakan tindakan oleh Oknum Banser bukan tindakan Organisasi yang bertujuan untuk menentang ormas Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan Ormas Terlarang oleh Pemerintah
Dengan adanya Kejadian Pembakaran Bendera HTI di Garut tersebut Kapolsek Makasar KOMPOL LINDANG LUMBAN T. SH dengan didampingi Kanit Intelkam IPTU M. JAELANI. SH, Babhinkabtibmas Kel. Cipinang Mrlayu AIPTU SUHARTONO, dan Babhinkamtibmas Kel. Makasar AIPTU SUGITO sambangi ke Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat H. RIFDI MUSFIAN sebagai Ketua RW 02 Kel Makasar, Selasa [30/10]
Menurut Kapolsek Makasar, Giat yang dilakukan yaitu, Mengajak untuk tidak terprovokasi dengan peristiwa itu dan Menjalin silaturahmi sehingga terwujud hubungan yang harmonis antara Polri dan Tokoh agama.
Hari ini saya sebagai Kapolsek Makasar menyampaikan Pesan dan Himbauan Dalam Giat Silaturahmi ini.
~ Ijinkan saya memperkenalkan diri dari jajaran Polsek Makasar Polres Metro Jakarta Timur, demgan demikian diharapkan terjalinnya Sinergitas antara Masyarakat dan Polri.
~ Kami Sengaja Hadir kesini Untuk Menyampaikan pesan pimpinan Terkait Informasi perkembangan tentang adanya kejadian di Garut Jawa Barat ,Kami mohon Kepada Tokoh agama, Alim Ulama dan tokoh Masyarakat Untuk memyampaikan krpada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi mengenai kejadian tersebut, serahkan kepada pihak kepolisian untuk menangani kejadian tersebut dan kami Mohon Pesan Ini Tolong sampaikan kepada Masyarakat untuk saling menjaga situasi tetap tenang, aman, sejuk dan damai.
~ Terkait berita-berita hoax yang marak beredar belakangan ini diharapkan peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi Filter yang bertujuan menciptakan situasi Kabtibmas yang kondusif.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk respon Polsek Makasar terhadap kejadian Pembakaran bendera HTI di Garut.
"Harapan saya mudah-mudahan secara luas masayrakat kecamatan makas tidak terprovokasi oleh kejadian tersebut". (Romi/Tile).
Post a Comment