Fakfak, Papua Barat, Cakrabhayangkara News - Bertempat di Kantor Dewan Adat Mbham Matta Kabupaten Fakfak telah berkumpul kelompok yang mengatas namakan diri mereka Gemafa, untuk melaksanakan aksi unjuk rasa terkait dengan persoalan yang terjadi di Kabupaten Fakfak.
Ada pun rangkaian kegiatan tersebut dimulai pada pukul 09.00 Wit massa Mahasiswa Gemafa yang berkumpul didepan Kantor Dewan Adat Mbham Matta Fakfak, jalan Dr.Salasa Namudat, dilanjutkan degan berjalan kaki menuju kantor Bupati Fakfak diiringi dengan 1 mobil Pick Up menuju Pasar Thumburuni Fakfak.
Sekitar jam.09.15 Wit massa Unras tiba dihalaman Parkir pasar Thumburuni dan melakukan orasi serta mengajak masyarakat yang berada disekitar pasar Thumburuni untuk turut serta hadir dalam aksi tersebut.
Adapun isi orasi yang disampaikan yaitu, perputaraan ekonomi Fakfak yang macet,sebagian besar uang APBD dibawah keluar daerah dari hasil korupsi proyek-proyek di Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah mengambil atau membeli pasir dari luar daerah dengan menggunakan APBD, namun kemudian Pasir dikabupaten Fakfak dibiarkan.
Hal tersebut mengakibatkan masyarakat asli Fakfak menderita, proyek bandara Siboru dengan penggangar 4,3 trilyun yang sebagian besar berasal dari APBD, anggaran tersebut nantinya akan dikorupsi oleh pengusaha sebesar 10%..
Setelah itu tepat jam 10.00 Wit massa mahasiswa bersama 15 mama-mama pedagang sayur, bergerak menuju Kantor Pemda Fakfak dengan berjalan kaki melewati jalan Yos Sudarso sambil melakukan orasi di jalan.
Pada jam 11.00 Wit massa Unras dengan jumlah massa bertambah menjadi 40 orang, yang mana setibanya dihalaman kantor Pemda Fakfak kemudian langsung melakukan orasi.
Salah satu ibu rumah tangga diantara pengunjuk rasa melakukan orasi dimana meminta kepada pemerintah agar dapat melihat pasar thumburuni yang saat ini hanya dijadikan sebagai tempat miras dan judi oleh bapak-bapak.
Saat ini hanya mama-mama yang mencari uang dipasar sementara bapak-bapak hanya menonton, mama-mama meminta agar Miras dan judi dipasar Thumburuni segera di brantas karena pasar ini dibangun mengunakan dana Otsus.
Selanjutnya juga dilakukan orasi oleh Mahasiswa, Elyas Hindom, dalam beberapa kali unjuk rasa dilakukan oleh Mahasiwa dan kelompok lainnya, sampai saat ini belum pernah pengunjukrasa ditemui boleh Bupati atau Ketua DPRD Kabupaten Fakfak.
Kami sudah bosan ditemui oleh Assisten 1 atau perwakilan lainnya, kami minta agar tidak ada yang boleh menemui kami Selain Bupati Fakfak, ujar kordinator unras.
Pad jam 11.30 Wit Wakil Bupati Fakfak Ir.Abraham Supahelleuwakan menemui massa dan menyampaikan bahwa saat ini Bupati tidak bisa menemui massa pengunjuk rasa karena berada diluar kota, kemungkinan akan kembali tanggal 10 Agustus yang akan datang.
Sopahelawakan menyampaikan bahwa semua aspirasi dan tuntutan pengunjuk rasa tetap diterima dan di tampung, beliaupun berjanji akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan pengunjuk rasa kepada pak Bupati saat beliau kembali nanti.
Pada jam 12.30 Wit, setelah mendengar apa yang di sampaikan wakil Bupati, akhirnya Massa Gemefa membubarkan diri kembali ke Dewan Adat dan Pasar Thumburuni.(Amatus.Rahakbauw)
Post a Comment