Fakfak, Papua Barat, Cakrabhayangkara News - Bertempat di Kantor Dewan Adat Mbaham matta Jln. Salasa Namudat/Jln. Baru Reklamasi Distrik Fakfak Kab. Fakfak Prov. Papua Barat telah berlangsung aksi unjuk rasa yang di lakukan Gerakan Mahasiswa Fakfak (GEMAFA) Mbaham matta Kab. Fakfak, untuk menyikapi tuntutan penyelesaian kasus- kasus korupsi di Kab. Fakfak, aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Bapak Sirzet Gwas - gwaas ( Ketua Dewan Adat Mbaham matta Fakfak ), Agustinus Ndandarmanan (Koordiator umum), Eliyas Hindom (Koordinator lapangan), Karel B. Wagab (penanggung jawab aksi), Zirzet Gwasgwas (Penanggung jawab umum) serta diikuti, massa 80 orang, senin, 20/08.
Adapun belasan spanduk Cemohan dan tuntutan yang di bawa oleh pengunjuk rasa seperti :
a.Jangan jadikan " 1 Tungku 3 Batu " sebagai tempat sandaran para koruptor mengadu domba antar saudara itulah modus para koruptor di Fakfak sehingga tidak ada perlawanan terhadap koruptor.
b. Pembangunan SDM diabaikan sehingga generasi Fakfak hari ini suram dihari esok.
c. KPK : Kelompok Penakluk Koruptor.
d. Mengutamakan pembangunan infrastruktur tetapi banyak yang bermasalah.
e. KPK Lembaga boneka
f. Jangan jadikan KPK sebagai tameng korupsi
g. Bahlil Lahadahlia harus hentikan infestasi dan harus keluar dari negeri Mbaham Matta Fakfak
h. Mohamad Uswanas gagal memanusiakan manusia Mbaham Matta
i. Stop jadi penguasa di negeri Fakfak
j. Pribadi koruptor baru jadi pemimpin maka sedekahpun dari hasil korupsi itu pasti.
k. Bupati pancuri uang rakyat
l. Korupsi bukan budaya kami
m. Hilangkanlah korupsi dari negeri kami dan selamatkanlah negeri kami.
n. Fakfak sedang dalam ancaman. Dat BPS 2016 Fakfak rengking 1 pengangguran terbanyak di papua barat.
o.1 buah bendera pemuda katolik
p. Ketika pohon terakhir ditebang,ketika sungai terakhir dikuras, ketika ikan terkhir ditangkap maka manusi sadar kalau sdh di ambil.
Adapun rangkaian kegiatan aksi :
1. Pukul 10.00 Wit. Peserta aksi yang dipimpin oleh Eliyas Hindom (Koordinator lapangan) berkumpul di Kantor Dewan Adat Mbaham matta Jln. Salasa Namudat/Jln. Baru Reklamasi Distrik Fakfak Kab. Fakfak Prov. Papua Barat.
2. Pada pukul 10.45 wit massa bergerak menuju pasar tumburuni untuk melakukan orasi dengan longmarch, adapun orasi yang di sampaikan oleh Eliyas Hindom (Koordinator lapangan) antara lain :
a. provinsi termiskin di indonesia adalah Papua Barat maka dari itu mama bapak untuk ikut aksi dalam kegiatan kami ini guna membangun fakfak untuk lebih baik lagi.
b. kita perlu ketahui bahwa pemerintahan sekarang ini sudah tidak betul,kami bicara seperti ini karena kami punya bukti.
c. Yang merasa punya fakfak,punya hati nurani mari bersama kami kita kekantor pemda untuk menyampaikan orasi kita yang selama ini terpendam..
d. kami pemuda fakfak berbicara untuk kita sendiri bukan untuk orang lain jangan jadi pengecut. Semakin banyak kita diam semakin bnyak pengangguran difakfak ini
e. Banyak S1 jadi tukang ojek S2 yang jadi sopir taxi, PNS sampai sekarang hasil masih tergantung,kabupaten lin sdh dengr hasil,fakfak tidur..maka dari itu kita satu komando ke kantor bupati yang seperti istna sana untuk kita tanyakan hak kita masing masing.
f. Bupati dan wakil bupati punya fisi dan misi,saya tau,kontor bupati yg megah,rumah sakit yg megah tidak ada laporan di pusat,kantor dewan adat cuma seperti itu saja,mana pemerintah saat ini.pemerintah lihat kantor dewan adat ini seperti pondik dikebun untuk jaga pala.
g. Bupati dan wakil bupati yang bikin undang-undang untuk tidak ada korupsi di fakfak ini, tapi kenyataannya sampai saat ini masyarakat fakdak banyak yang tertindas, tidak ada perhatian pemerintah, pembangunan tidak ada.kalau kita dim saja negeri mbahammatta akan hancur.tapi kami mahasiswa tidak akan hancur kami akan terus bersuara.
h. Hari ini kami selaku generasi mbahammatta turun dijalan untuk tanyakan kasus korupsi yang ada difakfak,banyak tang dijadikn tameng untuk korupsi. Hari ini kami tidak saling menyalakan tapi kami bersama sama bertanya tentang korupsi, kemudian korupsi pengadaan sapi,itu bukti nyata dari 13 kandang cuma 12 kandang yang teralisasi.
i. Mari bapak ibu gong sudah memanggil jangan menahan hatimu,mari bergabung dengan kami sebagai orang tua fakfak kita akan bergerak ke kantor pemerintahan Fakfak.
Dalam Penyampainnya Bapak Sirzat Gwas gwas selaku kordinator aksi menyatakan beberapa orasinya :
a. Lari karena takut tidak mau ikut karena malu, seluruh adat ada disini, masyrakat fakfak jangan takut semua data ada disini saya sdh bikin surat kepada presiden RI tangkap Sirsat Buas buas jika memang terbukti bersalah.
b. Bahlil pinjam uang diperusahaan besar sebesar 200 M. Hari ini pemerintah berkerja untuk bayar utang bahlil. Bulan maret kemarin barang kadalruasa dibebaskan untuk dijual, hari ini bupati dan bahlil menipu seorang a.n Kabatia bay untuk menandatangani tanah di karas sebesar 150 hektar untuk dijual. Dan saya sampaikan kalua mau tangkap,tangkap sirsat buas buas karena semua bukti saya yang pegang sampai saat ini.
" Sebentar saya akan adakan jumpa pers dikantor dewan adat Mbaham mata dan membuat surat untuk kepolres bahwa jika ada yang mau ditangkap, Sirsat Buas - buas orang pertama yang akan ditangkap," ujarnya.
Selanjutnya Massa bergerak kembali menuju kantor pemerintah daerah Kab. Fakfak dengan longmarch melalui route Jln. Reklamasi - pasar tumburuni - Jln. Tanjung Wagom - Jln. Yos Sudarso - kantor pemerintah daerah kab. Fakfak.
Setibanya di kantor pemerintah daerah Kab. Fakfak, massa kembali menyampaikan aspirasi yang di sampaikan oleh Bapak sirzet Gwas - gwas, yang menyatakan keinginan massa untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.
Mereka menganggap Pemerintahan Fakfak adalah Pemerintahan transisi karena selama ini Bupati tidak pernah perduli terhadap kehidupan masyarakat.
Seperti beberapa kasus yang sampai sat ini tidak pernah terselesaikan,semua karena adanya campur tangan Bupati.
Lain yang disampaikan Hani Bay Putri kerajaan Ati - ati, dimana Hani meminta kepada Uswanas, Bupati Fakfak, untuk mengembalikan tanah masyarakat sebanyak 150 Hektar,yang diambil secara diam-diam tanpa prosudur.
Hal ini akan di laporkan ke pemerintah pusat khususnya presiden Jokowi agar segera mengambil tindakan agar masalah ini segera di tangapi dan diselesaikan karena selama ini masyarakat merasa di rugikan.
"Jika kami bertindak dibilang bahwa kami adalah OPM. Ini sakit bagi kami, jangan datang mengaku diistana dengan mengaku anak asli Fakfak. Saya minta tanah saya,rakyat saya,petuanan saya segera dikembalikan seperti sedia kala," tegas Hani
Dalam menangapi unjuk rasa tersebut,Kapolres Fakfak, AKBP. Deddy Foury Millewa, S.IK M.IK , meminta agar masalah ini kiranya dapat diselesaikan secara berkomunikasi yang baik, masalah ini masih di bahas okeh para tetua adat.
Kapolres juga meminta agar masyarakat menahan diri, jangan terpancing dengan isu yang akhirnya menjadi provakasi yang bisa mengadu domba.
Kita jangan mau kita diadu domba, kami polisi hanya penegak hukum,saya berjanji akan mempertemukan massa dengan bupati, karena beliau tidak berada di tempat, aspirasi kalian kalau mau disampaikan nanti saat Bupati berada di tempat baru kalian sampaikan aspirasi kalian,"jelad Kapolres.
Setelah itu massa kembali melakukan orasinya di depan gedung Kejaksaan Negeri dan di terina oleh Theys (Kasi Intel).
Adapun Tuntutan massa di kejaksaan yaitu meminta agar kepala kejaksaan memberikan no. Registrasi dan Ekpedisi kepada massaunjuk rasa, sekaligus meminta adanya kepastian hukum, kapan pelaku korupsi akan ditangkap.
" Kami sangat berharap kepastian hari ini, ini kasus pembiaran namanya, kepala kampung ditahan, kepala dinas kecil ditangkap untuk hanya menutupi korupsi yang lebih besar.
"Kami minta buku registrasi, berita acara dan buku ekspedisi, dan siapkan laporan Triwulan dari kejaksaan daerah ke kejaksaan agung supaya kami tau kasus kasus di fakfak ini sudah sampai dimana," minta pengunjuk rasa
Hal ini ditangapi langsung oleh Kepala seksi intelijen Kejaksaan Negeri Fakfak, Theys, bahwa tuntutan massa pengunjuk rasa yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi, di katakan ada 8 kasus yang telah diusut tuntas.
Aksi unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Fakfak (GEMAFA) Mbaham matta Kab. Fakfak, berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Selanjutnya massa kembali ke kantor Dewan Adat Mbaham Matta utk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.(Amatus Rahakbauw)
Post a Comment