Bekasi, Cakra Bhayangkara News- Walaupun telah berakhirnya pilkades serentak kabupaten Bekasi yang dilakukan pada hari minggu, 26/ 08/ 2018, namun masih menyisahkan beberapa persolan yakni adanya indikasi kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif yang dilakukan oleh Panitia Pilkades desa Satrijaya.
Dalam penelusuran CBN ditemukan adanya beberapa kejanggalan antara lain data DPT anak dibawah umur yg turut mengambil bagian dalam hari pencoblosan, selain itu menurut informasi yang dihimpun dari beberapa narasumber bahwa panitia tidak konsiten dengan aturan dan kesepakatan yang telah dibuatkan antara lain dengan diperbolehkan masyarakat yg tidak memiliki surat undangan untuk ikut serta dalam pencoblosan.
Selain itu ada beberapa orang yang melakukan pencoblos berulang kali tutur seorang saksi mata yang tidak mau menyebut identitasnya.
Panitia tidak becus dan tidak adil lanjutnya.
Sampai berita ini diturunkan CBN belum bisa mengkonfirmasi ketua panita saudara Wawan dan wakil panitia saudara Ronald bahkan wakil ketua panitia sudah dihubungi lewat whatsaapp tapi tidak pernah ditanggapi oleh saudara ronald.
Selain itu pada hari pencoblosan (26/08/18) telah terjadi pengeroyokan yang menimpa ketua RT 04 / RW. 019 Desa Satriyajaya saudara Wiidiyanto akibat ada pihak yang tidak menerima tindakan tegas dari ketua RT yang menanyakan keikutsertaan warganya yang pada hari pemilihan datang untuk mencoblos, sedangkan menurut ketua RT warga bersangkutan belum pernah mengurus KTP, tiba tiba sudah memiliki Suket KTP.
Aksi pengeroyokan oleh beberapa warga ini telah dilaporkan ke Polsek Tambun dan masih dalam proses pengembangan oleh pihak kepolisian. (DJ/cbn bks)
Post a Comment