Jakarta, Cakrabhayangkara News - Politisi muda Mischa Hasnaeni Moein yang punya julukan Wanita Emas kembali meramaikan panggung politik Tanah Air.
Awal pertarungan siwanita emas, Hasnaeni, berawal dari pencalonan dirinya sebagai calon gubernur dari Demokrat, namun perjalan politiknya terganjal dengan tidak di restuinya oleh ketua umum partai Demokrat, Susilo Bambang Yudoyono yang akrab dikenal SBY.
Dari perjalanan politiknya yang gagal di Partai Demokrat, membuat si wanita emas, Hasnaeni Moein tidak patah semangat, ini kembali dibuktikan dengan pencalonan dirinya sebagai Calon Legislatif DKI Jakarta dari partai yang berlambang kepala Banteng, PDIP besutan Megawati Soekarno putri.
Sebagai politisi, untuk berpindah partai meruoakan hal yang biasa, karena ketidak cocikan atau ketidak perdulian partai terhadap kader menjadi satu hal yang sering terjadi, bukan saja di partai Demokrat tetapi ini bisa saja terjadi di partai-partai lain di Indonesia.
Hasnaeni merupakan salah satu politisi dari Demokrat yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif dari partai PDI, besutan anak Proklamator Indonesia, Megawati Soekarno Putri.
Hasnaini merupakan mantan politisi Partai Demokrat yang kala itu sempat menjadi sorotan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu sebagai bakal calon gubernur, namun hingga masa pendaftaran tidak diusung oleh partainya sendiri, Partai Demokrat apalagi oleh partai-partai lain.
tidak ada partai politik yang mau mengusungnya.
Hasnaeni mengatakan, hal itu menjadi salah satu sebab dirinya meninggalkan Demokrat dan bergabung ke partai banteng. Dia mengaku kecewa dengan keputusan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilkada DKI lalu.
"Alasannya kecewa dengan Pak SBY, jadi saya keluar dari Demokrat dan pindah ke PDIP," ucapnya, Kamis (19/7).
Kala itu, Hasnaeni sebagai kader Demokrat mengaku telah berjuang lama agar dapat diusung sebagai cagub, namun di saat-saat terakhir SBY justru memilih putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni sebagai pasangan cagub.
"Kita tahu kan partai itu milik bersama ya dan saya kira partai itu bukan dinasti. Itu menurut saya," jelas wanita yang juga berprofesi sebagai pengusaha itu.
Terkait alasannya memilih PDIP sebagai kendaraan politik di Pemilu Legislatif 2019 Hasnaeni menilai jika partai itu nasionalis, dan mayoritas kader serta pendukungnya adalah umat Islam yang juga banyak dari kalangan santri. (Romi)
Post a Comment