Headlines News :
Home » » Penuhi Makanan Yang Sehat - Inovatif

Penuhi Makanan Yang Sehat - Inovatif

Sunday, April 29, 2018

Jakarta, Cakrabhayangkara News- Indonesian Gastronomy Association (IGA) atau perkumpulan para ahli, pencinta makanan sudah menginjak lebih dari satu tahun. Anggotanya semakin bertambah banyak dari berbagai kalangan dan organisasi sejenis di luar negeri juga semakin banyak yang mengajak kerja sama,yang diadakan di gedung Bluegreen,Jakarta Barat.

"Selama 2 (dua) hari dari tanggal 28 sampai 29 April 2018 IGA menggelar Bazaar Makanan Sehat bekerjasama dengan Perusahaan Penyedia Apartemen Aerium dan Kementerian Kesehatan,"ungkap panitia tetap IGA.

Kegiatan Bazaar Makanan Sehat IGA ini dibuka langsung oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan yaitu R. Giri Wurjandaru, SKM, MKes yang menjabat Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, dan dihadiri pata H. Eldi Andi, S.E., M.M., Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Agus Ramdhani, Camat Kembangan Jakarta Barat, Dewi Motik Pramono, Ketua Kehormatan IGA, Adhi Lukman mewakili Dewan Pembina IGA, Peter Makimian, Sales & Marketing Head Office, dan Agusmeisin yang menjabat Project Coordinator Aerium dan seluruh anggota Indonesian Gastronomy Association serta undangan lainnya.

"Selain bazaar kita juga menghadirkan sekitar 15 (lima belas) penyedia produk makanan dan minuman, juga diisi oleh berbagai acara menarik seperti demo masak oleh pakar kuliner Indonesia yang sudah menulis ratusan judul resep makanan atau kuliner khas Indonesia yaitu Siska Soewitomo dan talk show yang dibawakan oleh Hindah Muaris seorang ahli teknologi pangan,"ungkap Lusi Oey penyelenggara acara dari IGA.

Menurut ia, Indonesia mempunyai kekayaan makanan. Untuk itu IGA ingin mengangkat makanan Indonesia dan memperkenalkan keliling di instansi pemerintah dan swasta.

“Jenis makanan yang ada di Indonesia ada sekitar 3000, dan memiliki sejarah dan filosofi. Namun, masyarakat kurang mengetahuinya sehingga IGA kedepan akan mensosialisasikannya ke masyarakat,” ungkap Adhi.

Sugiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan, mengingatkan makanan sehat bagus untuk tubuh. Berdasarkan penelitian saat ini baik orang kaya ataupun orang miskin banyak yang tidak mencukupi nutrisi dalam hal makanan.

“Oleh karena itu gizi adalah edukasi. Maka dari itu kedepannya Kemenkes punya program Germas (Gerakan Masyarakat Sehat),” ujar anggota Persatuan Ahli Gizi ini.

Ditahun 2017-18, lanjut Giri, banyak kasus kesehatan gizi yang menimpa ibu hamil dan balita, akibat kurang makan buah dan sayur serta tidak adanya keseimbangan gizi dan makanan pada tubuh manusia.(demos)

Share this post :

Post a Comment