Jakarta,Cakrabhayangkara News - Hidup sederhana, nggak punya apa-apa tapi banyak cinta Hidup bermewah-mewahan Punya segalanya tapi sengsara Seperti para koruptor,,,,bait lagu dari kelompok musik Slank ini tidak asing lagi terdengar dikalangan pemuda 'slankers'.
Pencegahan korupsi sampai saat ini masih menjadi 'PR' besar bagi bangsa Indonesia. Tentunya peran perempuan dalam pencegahan korupsi menjadi hal yang perlu diperhitungkan.
Acara seminar bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy,pejabat eselon I beserta isteri,perwakilan pegawai perempuan,serta pengurus pegawai perempuan dari seluruh unit dan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan jumlah 280 peserta,yang diselenggarakan di ruang sidang lantai III gedung A,jakarta, hari senin,(19/3/2018).
"Bagaimanpun perempuan adalah sebagai 'penopang ekonomi' rumah tangga atau manajemen keuangan di keluarga, melahirkan dan membesarkan anak, mengurus segala persoalan bapak dan anak,tentunya punya peran aktif dan komitmen dalam segala hal,"ungkap Basaria wakil ketua KPK(Komisi Pemberantasan Korupsi).
Basaria melanjutkan, perempuan sebagai agen perubahan dalam pencegahan korupsi menjadi relevan jika memulai dari hidup sederhana dan displin.
"Khususnya ibu-ibu rumah tangga yang hendaknya memberikan pendidikan kejujuran kepada anak-anaknya,"ujar perempuan berambut pendek khas ini.
Pendidikan anak sejak dini adalah kunci dalam menanamkan kejujuran,kedisplinan, tidak hidup bermewah-mewahan, biasakan hidup mandiri, diharapkan kedepan,tidak melakukan korupsi, sembari Wakil KPK ini mengakhiri pembicaraannya.(Demos 08)
Post a Comment