Papua Barat, Fakfak, Cakrabhayangkara News - Pembukaan Pameran bagian dari rapat kerja Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah Provinsi Papua Barat.
Pameran Rakorniskesda Kesehatan tingkat Provinsi Papua Barat 2018 bertajuk sinergisme Provinsi Papua Barat dan Kabupaten kota dalam mewujudkan percepatan dan pembangunan kegiatan tersebut di tandai dengan pemukulan tifa serta penilaian stan Pameran.
Pelaksanaan kegiatan ini bertempat dilapangan KONI Fakfak Senin Sore (26/3) Pukul 4.Wit.
Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh, Gubernur Papua Barat yang di wakili Asiste I,PLH Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, BUMN,Pejabat Pusat dan Teman-teman dari Provinsi Papua Barat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Fakfak Drs.Mohammad Uswanas. MS.i.dan dilanjutkan degan Pembukaan acara Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah Provinsi Papua Barat Tahun 2018 yang di laksanakan di Kabupaten Fakfak yang bertempat di hotel grend Papua selama 2 hari yang dibuka langsung oleh Gubernur dalam hal ini diwakili Asisten I Bapak Musa.
Dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah Provinsi Papua Tahun 2018, di hadiri oleh, Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Ketua Komisi DPR Papua Barat, FORKOPINDA Kabupaten Fakfak, Kepala OPD Dilingkungan Pemerintahan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Fakfak dan Seluruh Peserta Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah Provinsi Papua Barat Tahun 2018.
Dalam Sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa Pembangunan Kesehatan adalah Investasi utama bagi pembagunan sumber daya manusia,dan saya mengapresiasi jajaran Kesehatan yang pada tahun 2018 ini meningkat isu jaminan Kesehatan, penyakit TBC,Gizi dan Imunisasi menjadi tema rapat kerja kesehatan nasional maupun daerah yang kita kenal dengan universal Health Coverage (UHC).
Ini berarti setiap orang yang ada di Papua Barat berhak mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, mulai dari upaya promotif, prefentif, kuratif dan rehabilitatif tanpa adanya kekuatiran dan kesulitan.
Pengendalian TBC kita patut berbanga karena berhasil menempati urutan kelima dalam keberhasilan penemuan kasus dengan capaian 53% namun demikian masih ada sekitar 47% yang belum terjangkau dan terdeteksi yang menjadi sumber penularan .
Untuk keberhasilan kita masih rendah dikarenakan belum semua layanan bisa memberikan akses degan baik. Berdasarkan hasil surfei sementara pantauan status gizi 2017 ada 33,3% balita terindikasi Stunting atau kerdil disebabkan ibu yang kurang nutrisi dimasa remaja, kehamilan, menyusui, infeksi.
Faktor lain kualitas pangan rendahnya asupan vitamin dan mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani, ekonomi, pendidikan, infrastruktur, budaya dan lingkungan.
Walaupun imunisasi dari tahun ke tahun menunjukan perbaikan tetapi target belum tercapai hal ini dapat di cegah dengan imunisasi (PD31)khususnya daerah akses sulit pada tahun 2017 capaian imunisasi dasar lengkap sebesar 82,5%dan terjadi 2kali kejadian luar biasa campak dengan 2 kematian menyingkapi kondisi ini saya minta kepada seluruh kepala dinas Kesehatan Kabupaten atau kota
(1). Memastikan tersedia fasilitas pelayanan yang berstandar di seluruh wilaya tanpa terkecuali baik di tingkat primer mau pun rujukan yang selalu memberi pelayanan bekualitas dan mudah di akses oleh masyarakat ini berarti fasilitas dituntut segera terakreditasi.
(2). Penanganan TBC lebih serius melalui program Indonesia sehat dan pendekatan keluarga,
(3).Cegah stunting melalui interfensi gizi dengan pendekatan siklus kehidupan manfaat bahan pangan lokal sebagai sumber gizi di dukung dengan surfei lans gizi pemenuhan tenaga gizi serta perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan air bersi serta ketahanan pangan keluarga.
(4).Mencegah kesakitan dan kematian maka pastikan 95% sasaran terimunisasi perbaikan kualitas pelayanan,kualitas vaksin serta membangun sistim survei lans yang kuat untuk deteksi kejadian penyakit dapat di cegah dengan imunisasi tiap bulan agustus sampai September dilaksanakan kampaye pemberian imunisasi campak-rubella semoga target 95% bisa di capai oleh seluruh kota .
Tahun ini Provinsi Papua Barat mengubah poatur dana otsus menjadi 90% untuk Kabupaten/kota dan 10% untuk Provinsi sesuai dengan UU wajib mengutamakan dana otsus tersebut di gunakan bagi pembangunan pendidikan dan kesehatan saat ini juga pemerintah provinsi Papua Barat khususnya dinas Kesehatan tengah menyiapkan draf rancangan peraturan daerah tentang pembangunan kesehatan.
Ditambahkan laporan kepala dinas Kesehatan provinsi Papua Barat pada pembukaan rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah Provinsi Papua Barat .OTTo.Parorrongan,SKM,M.MKS mengatakan, Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Daerah merupakan agenda tahunan pada dinas Kesehatan Papua Barat sebagai forum komonikasi,konsultasi,konsulidasi dan singkronisasi program Kesehatan antar pusat ,Provinsi Kabupaten atau kota dan uni Pelaksanaan teknik kementrian Kesehatan dan Seluruh stekkholder yang terkait.
Berperan serta dalam pembangunan kesehatan yang mana tahun ini merupakan Pelaksanaan rakorkordinasi kesehatan yang ke - 7 tahun 2012 dilaksanakan di Manokwari, tahun 2013 di Kabupaten raja ampat,t ahun 2014 diteluk bintuni, tahun 2015 dikota sorong, tahun 2016 dikaimana,2017 di sorong dan 2018 dikabupaten Fakfak.
Dasar Pelaksanaan kegiatan ini tertuang dalam UU Nomor 25 tahun 2004,tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional,dengan target indikator,rencana pembangunan jangkamenengah Nasional III dan rencana strategis kementrian Kesehatan 2015-2019 diharapkan akses masyarakat terhadap pelayanan Kesehatan semakin berkualitas.
Kabupaten Fakfak dipilih sebagai tuan rumah rapat Koordinasi Teknis Kesehatan teknis kesehatan daerah karena sesuai dengan kesepakatan pada rapat kerja kesehatan daerah tahun 2017 dikabupaten sorong, dan tema yang ditetapkan dalam rakorniskesda tahun 2018.
Dengan tema ini di harapkan terjadi kesamaan pandangan tentantang arah pembagunan kesehatan, sehingga dapat bersinergi dan berkoordinasi dalam hal Pelaksanaan, Pengendalian, dan Pengawasan jalanya pembangunan kesehatan, serta tercapainya percepatan pembangunan kesehatan yang pada Akhirnya dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Tanah ini.(Amatus Rahakbauw)
Post a Comment