Advetorial
Sosok Tegas, Lugas, Ramah dan Religius Seorang Danramil Banyak orang berpikir bahwa Markas Koramil adalah tempat yang menakutkan, tidak familiar bahkan menyeramkan.
Bisa jadi hal tersebut terpatri di sebagian benak masyarakat, mengingat Markas Koramil adalah tempat dimana orang berbadan tegap, tegas dan keras berada, juga berbagai jenis senjata yang setiap saat dapat digunakan.
Sehingga, jangankan anak-anak atau remaja, orang dewasa sekalipun berpikir seribu kali untuk mendatangi “Sarang Macan” tersebut kecuali ada keperluan yang mendesak. Tentu saja pandangan yang biasanya didasari oleh kurang pahamnya tentang markas militer tersebut tidaklah benar dan dapat dipatahkan.
Seperti halnya Koramil 03/Pasar Minggu Kodim 0504/JS Rem 051/Wijayakarta Kodam Jaya. Komando Rayon Militer yang di komandani oleh Mayor Chb Purwanto, S.Psi ini telah menjadikan wilayah teritorialnya menjadi sangat bersahabat dan dekat dengan masyarakat.
Sosok yang pernah bertugas di Dispsiad selama 9 tahun, kemudian 3 tahun di Bintaldam Jaya ini telah menciptakan suasana yang kondusif dengan upaya menjalin hubungan kedekatan antara jajaran anggotanya dengan masyarakat dan sesuai dengan semangat slogannya
“Bersama Rakyat, TNI Kuat”.
Secapa angkatan tahun 2000 yang pernah menjalani Diklapa 2 tahun pada 2012 silam ini selain dikenal sebagai prajurit yang setia pada Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dan taat Komando Atas, juga pandai bersinergi dengan instansi pemerintah di wilyahnya termasuk dengan semua organisasi kemasyarakatan yang ada dan tiga pilar.
Seiring dengan posisinya sebagai militer yang profesional, Pria kelahiran Salatiga Jawa Tengah 12 Oktober 1972 ini juga ingin menunjukkan bahwa TNI tidak hanya membutuhkan senjata dalam menjalankan tugas, TNI juga membutuhkan kebersamaan dengan rakyat agar tetap kuat. Selain seorang nasionalis, ia juga dikenal memiliki jiwa sosial yang dipadu erat dengan pondasi agama, yang pada hakikinya telah menciptakan rasa aman, nyaman dan damai, seiring dengan rutinitasnya melakukan shalat berjamaah di Masjid Mini Baitussalam bersama jajarannya dan masyarakat sekitar.
Diluar itu, sosok low profile tamatan S.1 fakultas Psikologi di salah satu Perguruan Tinggi (PT) Surabaya sewaktu berpangkat Sersan ini juga menanamkan pemahaman Wasbang Bela Negara terhadap remaja dan masyarakat sekitar untuk menjadi yang berguna bagi Nusa dan Bangsa.
Tidak cukup hanya dengan memberikan siraman rohani, kesehatan jasmanipun menjadi perhatiannya atas anak-anak dan remaja di wilayah setempat dengan menyediakan lapangan sepak bola yang terdapat di halaman Koramil 03/Pasar Minggu.
Terkait hal tersebut, salah satu Personel Pendam Jaya mengatakan bahwa Mayor Chb.Purwanto, S.Psi dengan anak-anak dan remaja sekitar mempunyai rasa kedekatan yang luar biasa bahkan mereka menganggap Purwanto adalah figur yang patut diteladani sebagaimana orang tuanya sendiri.
Hal itulah yang membuat mereka biasa bermain ke Koramil dan tidak ada rasa canggung apalagi takut dengan TNI. Hingga pada saatnya terdengar Azdan mereka dibimbing untuk shalat yang diimami oleh petugas piket atau Danramil sendiri.
"Biasa, anak-anak kalau sore hari bermain sepak bola di halaman Koramil, tapi pas waktu Adzan tiba mereka berhenti untuk Sholat Berjamaah".
Kemudian bersama jajaran Koramil melantunkan puji-pujian, mengagungkan asma Allah sebelum qomat.
" Selesai shalat isya barulah mereka pulang untuk belajar di rumahnya masing-masing,” ucap Danramil.
Ditambahkannya, adanya Masjid Mini Baitussalam yang keberadaannya dekat dengan jalan raya, merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI jajaran Koramil kepada masyarakat sekitar.
Mereka merasa nyaman dan tidak sungkan untuk memasuki Masjid atau main ke Piket Koramil. Begitulah upaya Koramil dalam membangun komunikasi dengan warga masyarakat sekitar.
"Pembangunan Masjid Mini tersebut juga merupakan wujud kedekatan rakyat dengan TNI (jajaran Koramil 03/Pasar Minggu), sehingga para sukarelawan berkenan membantu segala material yang dibutuhkan. Sehingga menjadi masjid yang megah," terangnya.
"Kadang-kadang pas ada tamu panitia rapat kegiatan Pesona Budaya Betawi, kita pesan sate depan Koramil, sekalian mereka kita pesankan makan sate ramai-ramai seadanya, biasanya ada 20 orang anak," imbuhnya.
Bersamaan dengan itu, Mayor Chb.Purwanto, S.Psi juga mengatakan bahwa dirinya tak pernah merasa uzub dan takabur dengan pangkat dan jabatan Danramil yang ia raih saat ini.
Ia menganggap semua itu adalah anugerah dan sekaligus ujian yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa kepada hambanya yang harus dibarengi dengan amar ma'ruf nahi mungkar.(Eddy Piliang/ Romi Marantika)
Post a Comment