Jakarta, Cakrabhayangkara News - Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Asril Hamzah Tanjung, SIP menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I), Pulogadung Trade Center, Jakarta Timur, (29/9).
Hadir sebagai narasumber yakni, anggota MPR RI Mayjen TNI (Purn) H. Asril Hamzah Tanjung, SIP (Wakil Ketua Komisi I), Kolonel Aufit Chaniago (Auditor Madya Itjen Kemhan), dan Yosdianto Sikumbang (Wakil Ketua Umum DPP HIPKI).
Sosialisasi empat pilar diharapkan mampu membangun kepribadian bangsa, meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Empat pilar yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi Negara atau landasan hukum. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Bangsa Indonesia untuk mempersatukan perbedaan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
"Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Wakil Ketua Komisi I dari Partai Gerindra tersebut.
Asril Hamzah Tanjung juga menegaskan; “Empat pilar kebangsaan harus ditanamkan dalam jiwa setiap warga Indonesia sejak dini, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa. Penanaman dan penguatan itu harus dimulai sejak dini agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman.
Empat (4) pilar berperan dalam menopang terbentuknya karakter bangsa dan untuk memperkuat karakter bangsa asalkan kita sebagai anak bangsa mau menghargai dan menjadikan 4 pilar sebagai pedoman berbangsa dan bernegara”.
Membangun karakter bangsa, tidak bisa hanya dengan membangun karakter anak-anak atau pemudanya saja. Tetapi yang paling utama haruslah dengan memperbaiki sistem kehidupan berbangsa dan bernegara ini terlebih dahulu. Intinya, bangsa ini harus bisa merumuskan sistem berbangsa dan bernegara Indonesia secara benar dan berkeadilan, sehingga semua potensi bangsa merasa dihargai oleh negara. Karena bangsa ini tidak akan bisa maju, kalau tidak didukung oleh kerja maksimal semua pihak.
“Jadi upaya membangun karakter bangsa Indonesia haruslah diawali dari membangun sistem ketata-negaraan yang benar dan adil terlebih dahulu, baru yang lainnya. Dengan demikian upaya-upaya yang dilakukan untuk memperbaiki bangsa itu, tidak menjadi sia-sia”, tegas legislator dari Partai Gerindra.
KORUPSI MUSUH UTAMA BANGSA
Selain 4 Pilar, Asril Hamzah Tanjung juga menyoroti masalah korupsi. Korupsi saat ini menjadi momok berat bagi bangsa Indonesia. Walaupun KPK sudah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap puluhan pejabat. Namun, korupsi terus berkembang dan tak tanggung-tanggung korupsi yang dilakukan oleh banyak oknum pejabat negara ini merugikan uang negara Triliunan Rupiah.
Koruptornyapun variatif dari eksekutif, yudikatif, dan legislatif dari pejabat daerah maupun pejabat pusat.
Akibatnya, negara mengalami kerugian secara finansial atau berkurangnya pendapatan negara dan rusaknya struktur pemerintahan dan moral bangsa. Pembangunan juga tersendat sendat dan lapangan pekerjaan sulit didapatkan.
Asril Hamzah Tanjung mengajak tokoh agama, pemerintah, KPK, LSM, dosen dan tokoh masyarakat untuk memberantas korupsi sehingga negara dan bangsa terbebas dari penyakit kronis ini.
“Korupsi adalah musuh kita bersama, jika tidak ditanggulangi maka tungguhlah kehancuran bangsa dan negara ini”, tuturnya mengakhiri pemaparan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.
TENTANG ASRIL HAMZAH TANJUNG
Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Asril Hamzah Tanjung, SIP adalah salah satu tokoh militer, lahir dan berasal dari Sawah Lunto, Sumatera Barat.
Lahir di awal kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada hari Rabu, 12 April 1950. Jenderal Asril Tanjung pada masa mudanya telah banyak mengikuti pendidikan militer. Program-program Sussarbin, Susstafpur, Seskoad, Sesko ABRI dan Lemhanas termasuk dari beberapa pelatihan dan program militer yang telah diikutinya.
Asril yang pernah berdinas militer di dalam dan di luar negeri ini juga pernah mengikuti pelatihan-pelatihan militer khusus seperti Susjurpapers, Susjurpa Nurbika, Susjur Paintel, dan Sussar Para TNI.
Kini, ia mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara. Ia dipercaya masyarakat sebagai anggota dewan periode 2014-2019 Dapil DKI I, Jakarta Timur. Asril Hamzah Tanjung menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI. (Riswandy)
Post a Comment